Perkuat Sektor Pertanian,Pemerintah Kalurahan Panjatan Rapat Koordinasi Ketahanan Pangan
PANJATAN – Dalam upaya menjaga stabilitas pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, Pemerintah Kalurahan Panjatan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Ketahanan Pangan (Ketapang). Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Kalurahan Panjatan ini dihadiri oleh jajaran Pamong Kalurahan, Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal), serta Pendamping Desa.
Rakor ini menjadi wadah krusial untuk menyinkronkan program kerja antara pihak pemerintah kalurahan, badan pengawas, dan pendamping teknis dari kementerian. Fokus utama pembahasan meliputi evaluasi alokasi dana desa untuk sektor ketahanan pangan, optimalisasi pemanfaatan lahan tanah kas desa, hingga penanggulangan hama pertanian yang kerap menjadi kendala bagi para petani lokal.
Lurah Panjatan menyampaikan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar urusan ketersediaan beras, melainkan bagaimana kalurahan mampu berdikari dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal.
"Melalui koordinasi ini, kami ingin memastikan bahwa minimal 20% alokasi Dana Desa untuk ketahanan pangan benar-benar terserap secara efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi kelompok tani maupun peternak di Panjatan," ujarnya.
Sinergi Tiga Pilar Kalurahan
Dalam pertemuan tersebut, BPKal Panjatan memberikan sejumlah masukan terkait pentingnya transparansi dan pelibatan aktif masyarakat dalam merencanakan program ketapang, seperti lumbung pangan desa dan pembagian bibit unggul.
Di sisi lain, Pendamping Desa turut memberikan arahan teknis agar program yang dicanangkan selaras dengan regulasi nasional. Pendamping Desa menekankan pentingnya aspek keberlanjutan (sustainability) agar program tidak berhenti setelah anggaran dicairkan, melainkan mampu menjadi unit usaha produktif melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Beberapa poin penting yang disepakati dalam rakor ini antara lain:
-
Peningkatan Kapasitas SDM: Mengadakan pelatihan berkala untuk kelompok tani (klopotan) dan kelompok wanita tani (KWT).
-
Diversifikasi Pangan: Mendorong pemanfaatan pekarangan rumah warga untuk budidaya sayur dan perikanan skala kecil.
-
Infrastruktur Pertanian: Perbaikan saluran irigasi tersier guna mengantisipasi perubahan cuaca ekstrem.
Dengan adanya sinergi yang kuat antara Pamong Kalurahan, BPKal, dan Pendamping Desa, diharapkan Kalurahan Panjatan dapat menjadi salah satu pelopor desa mandiri pangan yang tangguh di tingkat kapanewon maupun kabupaten