Edukasi Pelestarian Budaya, Kalurahan Panjatan Gelar Penyuluhan Busana Adat Ngayogyakarta
PANJATAN – Dalam upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur, Pemerintah Kalurahan Panjatan menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Busana Adat Ngayogyakarta. Acara yang berlangsung khidmat dan penuh antusiasme ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidang kebudayaan Jawa, yaitu Ibu Tri Susanti dan Saudara Ines Nareswari.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pamong kalurahan, pengurus lembaga desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan generasi muda Kalurahan Panjatan. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang benar dan mendalam mengenai tatacara serta pakem penggunaan busana adat Yogyakarta yang sesuai dengan tata krama dan adat istiadat yang berlaku.
Dalam pemaparannya, Ibu Tri Susanti menekankan pentingnya memahami makna filosofis di balik setiap bagian busana adat Ngayogyakarta. Beliau menjelaskan secara terperinci tata cara penggunaan busana adat gagrak Ngayogyakarta, mulai dari jenis kain batik (jarik) beserta motif-motif yang tepat untuk acara tertentu, penggunaan kebaya bagi wanita, hingga kelengkapan busana pria seperti beskap, surjan, dan blangkon.
Sementara itu, Saudara Ines Nareswari memberikan wawasan praktis serta dorongan kepada generasi muda agar tidak canggung dalam mengenakan pakaian tradisional. Menurutnya, pemahaman mengenai pakem busana adat tidak boleh berhenti di generasi tua saja, melainkan harus diteruskan dan dibanggakan oleh anak-anak muda sebagai identitas budaya yang adiluhung.
Melalui penyelenggaraan penyuluhan ini, diharapkan masyarakat dan pamong Kalurahan Panjatan tidak hanya makin mahir dalam mengenakan busana adat Ngayogyakarta secara benar sesuai pakem, tetapi juga makin menumbuhkan rasa bangga dan kepedulian terhadap kelestarian budaya Jawa di kehidupan sehari-hari.